raja langit

raja langit

Kamis, 12 April 2012

Refleksi diri pemancing Cerbon

Maret 2007 menjadi saat awal saya bergabung dengan Fishy Forum yang berslogan Friends, Fun and Fishing. Hobby baru yang sebenarnya sudah pernah saya geluti sebelumnya saat masih di kampung halaman, mulai dari mancing di sungai, bekas galian, rawa sampai di pinggiran pelabuhan Cerbon.
Dimulai dengan joran dan reel murmer beli di sebuah toko yang terkenal di Pasar Pagi Kota, hanya dengan merogoh kocek ga lebih dari 100 ribu rupiah.
Hobby baru selepas saya kena razia petugas kelurahan karena memelihara merpati tinggian tanpa ijin dan lagi marak-maraknya flu burung saat itu. Mulai dech ikutan mancing harian bawal di jalan Mangga XIV Tanjung Duren tempatnya bang Rijal, bisa hampir tiap Sabtu pagi pasti standby di sana dengan berbagai menu, dari cacing merah, jangkrik, cangcilung, ulat jerman hehehe.
Sejalan dengan beriringnya waktu mulai dech empang tersebut berubah jadi empang bawal galatama, otomatis karena masih belum tahu empang2 lain maka jadilah pemancing galatama bawal, dengan menu yang khas seperti daging kepiting dikukus pakai putih telor, sampai kacang mede tumbuk.
Perlahan tetapi pasti mulai dech merambah kolam lain, kolam Petukangan 63, Taman Asri, Minapuri sampai kawah candra di muka kolam Rawa Sijen, tempat pelatihan membuat oplosan-oplosan yang mujarab. Lanjut lagi ikutan turnamen Selat Sunda dan bergabung dibawah naungan Cirebon Angler Community.
Dari situ mulai dech kenal para dedengkot empang dan laut seperti Boss Fishy, om Wong Solo, om Tosu, om Jusito, om Blowfish, bro Yuri, bro Triaz, bro Giriwil, bro Dusa Okami, om Fientje, Kang Munandar, mbah Toro, kang Mulyono, om Kakang, Kang Ito, Kang Masbei, om Tommy123, om Sigit, bro Innoth, om Bagoes, om Benggol dan sudah pasti kerabat dekat saya Gendut Jogja dan Wirasphati.
Alat-alat pun dilengkapi dari mulai reel pemberian dari sobat di Kalimantan sana sampai terakhir arsenal yang masuk perbendaharaan yaitu tackle dojo.
Jaringan mancing pun makin luas saja, bukan hanya sebatas di komunitas di sini tetapi juga temen-temen di kantor, bahkan temen-temen di kantor cabangyang ada di daerah seperti grup Jakarta, grup Bandung serta grup Serang yang memiliki kesamaan hobby.
Suasana kekerabatan dari para dedengkot dan member-member FF sangatlah kental. Memang lambat laun hal itu menurun, seiring dengan berjalannya waktu, namun hal itu rasanya memang hal biasa dalam hidup kita di muka bumi ini.
Perasaan damai, tentaram dan hommy itulah yang menjadi salah satu kunci kenapa saya susah untuk melupakan FF.
Bravo dan maju terus FF
Refleksi diri serorang pemancing Cerbon

Minggu, 19 Februari 2012

Senja Bengawan


Jumat sore bagi para sebagian penggembira kota Jakarta alias wong-wong sing podo mengadu nasib nang Jakarta adalah hari yang sangat menyenangkan bagi kehidupan mereka. Saatnya pulang kampung untuk bertemu dengan sanak keluarga nun jauh di sana. Entah numpak bus atau berkereta yang penting bisa segera berkumpul di Sabtu pagi.
Saya pun kadang kala melakukan hal tersebut demi bisa melakukan aktivitas pagi hari di kota tercinta Cirebon. Pas kebetulan karena satu dan lain hal kemarin ada keperluan mendesak, akhirnya saya putuskan coba hubungi teman yang biasa melakukan ritual mudik mingguan alias jadi pejuang PJKA (pulang Jumat kembali Ahad).
'Siang pa YAR, mau coba ngikut nang Jowo Jumat', pa YAR diseberang sana menjawab, 'OK pa, coba saya carikan dulu ya, karena mesennya sudah hari Rabu'. Ga berapa lama sudah dikabari, 'Tiketnya sudah ada ya pa', saya menjawab 'SIAP'.
Akhirnya hari yang ditunggupun tiba, Jumat sore, pulang rumah dulu dan terus makan mandi, menjelang pukul 7 malam bergerak menuju stasiun Tanah Abang, hmm first experience, berasa aneh dan agak sedikit was-was karena Tanah Abang terkenal sebagai salah satu kawasan merah di Jakarta.
Coba hubungi pa YAR yang notabene sudah berada di lokasi, akhirnya tanya sana sini suruh turun ke peron jalur 3. Ketemu juga pa YAR yang malam itu sibuk mengatur barisannya. Jadi saya dititipke ke temannya. Duduk di sepur 2 no 18c. Setelah menunggu akhirnya kereta bergerak juga dari stasiun tepat pukul 7.45. Jes, jes, jes tuit, kereta ternyata melaju dengan kecepatan tinggi dan langsung, hanya sempat tertahan di stasiun Haurgeulis.
Ada banyak hal ketika saya berada di dalamnya, suasananya seperti suasana pasar, membumi sekali, dengan orang-orang sederhana yang bisa menerima apapun kondisinya. Pedagang asongan pun hilir mudik, mencoba merayu penumpang sambil menjajakan kopi, nasi rames dan goreng, kipas, koran, ramenya suasana malam itu.
Pelajaran berharga yang bisa saya dapatkan adalah kesederhanaan hidup orang-orang tersebut. Dengan semangat menggebu mereka berusaha untuk bisa barang sejenak meluangkan waktu bersama keluarga walau harus menghabiskan waktu minimal 12 jam untuk tiba di seputaran Oslo (baca Solo).
Salut buat para pejuang PJKA. Semangatmu membuat kita terperangah, bahwa di belahan bumi sana masih ada orang-orang yang ruar biasa di tanah Indonesia tercinta ini. Di atas langit masih ada langit, tetapi alangkah bijak jika kita sesekali melihat ke bumi. Ternyata bumi itu masih indah.

Selasa, 15 November 2011

Mens sana in corpore sano

Selama beberapa Minggu terakhir kabar-kabar tentang pentingnya hidup sehat seperti terngiang-ngiang di kepala. Kabar pertama muncul dari teman di grup mancing, mendadak kena serangan jantung dan harus melalui proses katerisasi hingga pemasangan ring di jantungnya. Masih hangat kabar tersebut, dapat kabar lagi, bahwa adik sepupu ibu mengalami kondisi yang cukup tragis, mengalami gagal ginjal dan harus melalui proses cuci air, karena kalau cuci darah kondisi jantungnya tidaklah cukup kuat. Hmm betapa mahalnya ya kesehatan itu

So bagaimana kita mensiasati hidup ini? Yang paling penting adalah mengusahakan pola hidup sehat. Hal ini bisa dimulai dari makanan yang kita asup setiap harinya. Dengan bertambahnya umur maka makanan yang terlalu manis, asin atau banyak lemak dan karbo pastinya harus lambat laun dikurangi. Selain itu istirahat yang cukup minimal 6 jam tidur malam dalam sehari. Tidak strees, dan yang tidak kalah penting adalah melakukan olah raga secara teratur.

Nah bicara olah raga, dulu waktu jaman sekolah sampai kuliah saya adalah pecinta olah raga mulai dari atletik, basket, volly bahkan sampai sepak bola menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun dengan berjalannya waktu setelah bekerja dan berumah tangga maka hal itu menjadi sesuatu yang jarang dilakukan.

Dalam 2 tahun terakhir saya sudah disadarkan kembali akan pentingnya olah raga ini, diawali dengan ogah-ogahan dan dipaksa-paksa, sampai pada akhirnya sekarang ini menjadi sesuatu yang wajib dan berasa seperti ada yang hilang jika tidak melakukan dalam seminggu. Ya menjadi pola hidup (live habit).

Jadi sebelum terlambat marilah mulai melakukan pola hidup sehat disertai dengan olah raga teratur. Mens sana in corpore sano (a sound mind in a healthy body)


Kamis, 10 November 2011

Godong Ijo

Nama Godong Ijo akhir-akhir ini sedang ngetrend di dunia permancingan air tawar. Nursery yang berlokasi di jalan raya Parung selepas armada pool taxi Blue Bird memang menjanjikan tempat hiburan bagi keluarga. Bagaimana tidak, di sana selain bisa bersantai sambil menyantap makanan, suasan teduh karena banyak pepohonan, juga disertai tempat parkir yang cukup memadai.
Di akhir Minggu lalu kami sekeluarga menyempatkan mampir di sana untuk santai dan tentunya juga mencoba spot pemancingan air tawar yang berisikan ikan ukuran super Jenghis Khan.
Ikan sejenis cat fish ini ternyata menjadi salah satu sensasi menarik bagi para pemancing. Bagaimana tidak dengan berat hampir mencapai 30 kilo, pastinya si pemancing akan merasakan pertarungan dengan si ikan. Selain perlunya persiapan peralatan yang mumpuni, maka teknik mancing pun jangan pernah dilupakan.
Si Jengis Khan sejauh ini suka dengan menu ikan mas kecil, tetapi pelet pun tak menjadi soal. Usahakan jika ingin mencobanya mampirlah di hari kerja karena kalau weekend hampir semua saung terisi, tetapi kalau emang hanya bisa di weekend itupun tidak menjadi soal.
Untuk musim-musim mendung seperti sekarang ini maka intensitas makan si ikan malah menjadi sering, biasanya selepas hujan pastinya ada aja pemancing yang strike ikan ini.
Selamat mencoba kawan. Salam STRIKE!

Selasa, 01 November 2011

Manusia Pinggiran

Sepulang kerja kemarin sore, di tengah hujan gerimis dan kemacetan Jakarta, paling enak adalah bersepeda motor melalui jalan tikus. Jalur ini dahulu sering dilalui ketika masih sering jalan ke Tanah Abang cari burung tinggian di akhir Minggu.
Seperti bernostalgia, akhirnya lewat jalur sini lagi. Pemandangan yang ada tak pernah berubah, banyak sekali orang duduk duduk di tanggul kali penghubung ke banjir kanal barat ini. Yang jualan pun tidak kalah meriah mulai dari serabi, pecel lele sampai warung-warung sederhana penjual mie instant ataupun kopi.
Yang tak kalah meriah adalah jejeran sepeda motor berbagai merk, lama dan baru tersebar di pinggiran jalan semakin mempersempit jalur itu. Dalam hati bergumam hmm inilah hasil penjualan pabrikan motor selama ini, dampaknya sampai ke sini.
Mereka adalah orang-orang pinggiran yang kerjanya mungkin hanya kerja kasar, mulai dari pemulung, montir, tukang sayur, sampai kuli bangunan berbaur menjadi satu. Kepadatan kawasan itu sepertinya makin hari makin meningkat seiring bertambahnya jumlah mereka, hal ini bisa dipastikan dari ramainya suara anak-anak yang sedang bermain sekadarnya di sepanjang jalan.
Di tengah kemegahan bangunan yang ada di Jakarta ini, ternyata kita lupa bahwa masih ada orang-orang terpinggirkan yang hidup ala kadarnya dan makan pun seketemunya. Kalau kondisi mereka memang sehat sih sepertinya tidaklah menjadi masalah serius, akan tetapi kalau mereka suatu saat jatuh sakit, sulit untuk membayangkannya. Betapa sengsaranya hidup bagi mereka ini.
Melihat kondisi mereka alangkah bersyukurnya kita jika yang diberi kepercayaan lebih menjalani kehidupan ini.

Senin, 24 Oktober 2011

If tomorrow never come


Judul di atas adalah cuplikan sebuah lagu yang lama yang pernah hit dibawakan Ronan Keating dengan judul sama. Akan tetapi kemarin sore lirik itu kembali menyeruak di tengah kesedihan team balap Honda Gresini sepeninggalan Marco Simoncelli. Kecelakaan tragis yang terjadi di laps kedua lomba MotoGP sirkuit Sepang Malaysia, sudah merengut jiwanya. Luka parah di bagian kepala, leher dan dadanya menyebabkan dia tidak tertolong walau sempat dibawa ke rumah sakit terdekat. Red Flag and race cancelled.


Dalam tutorialnya mengenai kejadian ini, Stonner juara dunia MotoGP 2011 selaku rider Honda Repsol pun mengungkapan kata-kata yang tak tanggung-tanggung sangat menyentuh.

“Aku syok dan sedih atas meninggalnya Marco. Ketika hal-hal seperti ini terjadi, kita diingatkan bahwa betapa hidup begitu berharga. Aku merasa remuk redam di dalam. Yang bisa aku katakan, aku berbela sungkawa untuk seluruh keluarga Marco. Aku tak bisa membayangkan apa yang sedang mereka lalui saat ini. Hanya doa untuk mereka. Aku harap semua tetap bersatu dan menghadapi tragedi ini bersama-sama.”

Sebelumnya pada pagi harinya saat ibadah di gereja, pastor Cindy Jacobs mengingkatkan kita jemaatnya bahwa jika ada kesempatan untuk mengakui Tuhan sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamat di hidup kita, lakukan hari itu juga. Jangan tunggu besok. Mungkin kesempatannya tidak akan ada. Wow sangat pas banget harinya kemarin itu.

Akhirnya biarlah tulisan ini menjadi peringatan. Bahwa hidup sangat singkat. Gunakan semaksimal mungkin sebab hidup itu adalah anugerahNya.

God bless u all.

Senin, 11 April 2011

Interpersonal Skill

Pada hakekatnya di dalam diri seorang anak manusia ketika dia dilahirkan yang ada dalam dirinya hanyalah sifat-sifat yang baik. Itulah sifat alami manusia yang Tuhan berikan dalam kehidupan kita di muka bumi ini. Makanya tidak salah sejahat-jahatnya manusia ketika dia menghadapi orang-orang yang dikasihi seperti anak, sifat baiknya akan muncul dengan sendirinya dan tanpa perlu diperintah.

Nah, hal-hal yang membuat manusia itu bisa berubah dan sepertinya kehilangan sifat dasar adalah lingkungan yang ada di sekitarnya. Seperti sebuah target untuk kita memanah atau menembak maka sifat-sifat baik itu ada di tengahnya dan sangat kecil jika kita tidak mengasahnya. Sedangkan pengaruh-pengaruh lingkungan adalah lingkaran-lingkaran yang ada di luar dan besar pengaruhnya.

Untuk kita bisa terus memunculkan sifat-sifat dasar yang baik, maka kita perlu belajar untuk terus mengasah diri dan mengenali diri kita dan orang lain. Senantiasa yakin kan diri kita bahwa apa yang kita perbuat itu adalah sifat-sifat dasar manusia kita. Memang kadang kala lingkungan membentuk kita untuk menjadi apatis, keras hati, atau bahkan menjadi seorang pembangkan dan pemberontak. Namun jika kita bisa merenungi hal-hal baik yang pernah kita alami dalam perjalanan kehidupan kita maka kita bisa kembali melihat sifat-sifat baik itu sebenarnya ada di dalam diri ini.


Jadi teruslah mencoba mengenali sifat-sifat dasar itu dengan baik sehingga kita mampu menghadapi segala tantangan hidup ini dan menampilkan keadaan kita apa adanya. Itulah yang disebut dengan interpersonal skill seorang anak manusia.