Imlek, perayaan yang menjadi penanda datangnya musim semi yang biasa dilakukan oleh orang China di seluruh dunia, ternyata juga dilakukan oleh kaum keturunan yang ada di negeri ini. Segala persiapan yang berbau merah menjadi pemandangan umum di sekitaran kita. Sejak Orba lengser maka budaya perayaan Imlek di tanah air menjadi lebih semarak.
Saya pun turut merasakan, sejak kecil jika Imlek datang maka banyak hal yang kita tunggu. So pastinya ibu selalu menyiapkan masakan untuk sembahyang kepada leluhur. Nah ini saat yang dinanti, mulai dari belanja segala macam bumbu untuk memasak, memotong rebung, membeli bunga sedap malam sehingga terasa harumnya di malam Imlek serta aktivitas lain yang wah sulit dibayangkan meriahnya.
Rebung sendiri berasal dari tunas bambu besar yang diambil untuk dijadikan masakan. Prosesnya pun cukup makan waktu untuk mengolahnya. Salah mengolah maka yang terasa adalah aroma asam dari si rebung itu. Rebung juga menjadi tanda bahwa biarlah di tahun yang baru yang akan kita jalan kita selalu diberikan berkat awet muda dan panjang umur.
Selain makan maka hal lain yang sekarang marak adalah atraksi barongsai, atraksi ini membutuhkan keahlian kungfu khsusus karena tidak sembarang orang bisa memainkan atraksi ini. Hiasan lampu-lampu lampion juga semakin membuat semarak suasana Imlek.
Untuk di tanah air tercinta, keragaman budaya seperti ini pada akhirnya semakin menambah unsur keBhinnekaan yang ada, dan yang terpenting adalah kita tetap terjalin utuh dalam satu Indonesia Raya.
raja langit
Rabu, 09 Februari 2011
Selasa, 11 Januari 2011
Samudera Hindia

Kata orang tua, pengalaman adalah sesuatu hal yang paling berharga dalam hidup ini.
Hal itu ternyata benar dan baru saya alami waktu Sabtu Minggu yang lalu.
Trip mancing yang diadakan oleh komunitas yang saya ikuti selalu membuat jiwa ini terpanggil untuk bergabung di dalamnya.Tak terkecuali trip ke Samudera Hindia 8-9 Jan 2011.
Dengan bermodalkan peralatan yang ada serta terus melengkapi karena laut yang harus dilalui sangat berbeda karakterdengan laut Jawa akhirnya trip itu datang juga.
Jumat pagi setelah ijin untuk tidak masuk kantor akhirnya kami ber 3 berangkat menuju Serang untuk menjemput 2 rekan lainyang joint dalam trip kali ini. Setelah keluaran pintu tol Serang Timur, kita mampir dulu untuk nyobain duren di pondokDRHA (durian runtuhan haji arif), selepas itu tujuan kita adalah Malimping dan Muara Binuangeun.
Jalan yang dilalui selepas dari Serang memakan waktu sekitar 4 jam lebih, jadi start jam 3 sore dari Hero Tomang, sampai di villa Fatwa Binuangeun jam 10 malam.
Ngobrol sana sini akhirnya waktu terus beranjak sudah jam 1 dini hari, tidur bentar jam 4 pagi sudah terbangun kembali, karenatidur seperti pindang disusun dan ramai dengan suara dengkuran rekan-rekan yang total mencapai 70-80 orang.
Pagi itu tgl 8 Januari 2011 tepat 7.30, team kami berangkat menuju Samudera Hindia dengan kapal Robby.
Team yang berisikan 11 pemancing, 3 abk dan 1 kapten kapal segera meluncur menuju Pulau Tinjil. Di awal-awal cuacamasih bersahabat dengan mendung tipis dan angin serta arus yang belum terasa.
Sesampainya di Tinjil drama menegangkan pun dimulai. Hujan tiba-tiba membesar, ombak pun kurang bersahabat.
Akan tetapi ini baru babak awal dari trip 1 hari 1 malam yang menurut saya cukup mencekam.
Selanjutnya kapal diarahkan menuju Karang Deet untuk mencoba mancing dasaran. Di sini arus tidak bersahabat lagi.Timah pemberat ukuran J10 dan J12 saja dibenamkan ke laut, benang pancing kita masih bergerak di sudut 45 derajat.Beberapa kali coba turunkan umpan, hasilnya benar-benar tak ada sambutan. Di sini badan saya sudah mulai kacau.Perut mulai mual dan badan terasa lemas selepas makan siang.
Atas kompromi bersama dan putusan team leadeer kapal diarahkan menuju Karang Tengah yang secara kasat mata langit di mana kita akan menuju cuacanya lebih memungkinkan. Pada kenyataannya dalam perjalanan hujan deras menerpa,kapal sempat beberapa saat bertahan tidak bergerak sekitar waktu Maghrib.
Setelahnya baru kita bisa meneruskan perjalanan melawan ombak setinggi 2-3 m dan kapal yang terus mengalun.
Kondisi badan yang terus menurun walau sudah dibantu beberapa obat serta sudah tidak adanya lagi sinyal via hp yangbisa menghubungkan kita dengan orang-orang di luar sana, langit gelap sepi, hujan deras dan alun laut yang mengocokkapal, benar-benar membuat diri ini seperti sendirian di tengah lautan luas.
Dalam hati yang ada hanya keciutan diri sebagai umat manusia, dan hanya bisa memanggil namaNya, Tuhan, Tuhan, Tuhan.Tolong saya, ampuni saya kalau saya mencobaiMu (karena memang trip kali ini adalah trip colongan mencari cuaca yangmembaik hanya di 2 hari Sabtu Minggu, sisanya sebelum tgl 8 dan sesudah tanggal 9 Jan 2011, kondisi cuaca memang tidakmemungkinkan dan tidak disarankan melaut base on surfermag.com).
Di situ kita baru berasa bahwa sebagai manusia kita ini sangat lah kecil dan tak berdaya.
Kami akhirnya sampai juga di Karang Tengah. Di sana memang kondisi lebih baik dan ikan sangat makan di sekitaranjam 1 dan 2 dini hari. Beberapa ikan kuwe, wakung sawo, kerapu lodi sempat dinaikan oleh team.
Saya hanya bisa menyaksikan dari kabin, karena ketika badan ini terterpa angin malam, yang ada adalah rasa dingin dan mualyang menyembul sampai ke ujung leher.
Menjelang pagi sudah hampir semua pemancing tumbang karena cuaca yang tak bersahabat sepanjang perjalanan.
Akhirnya tanpa pikir panjang, team leader pun memutuskan untuk bergerak menuju dermaga ketika matahari terbit.
Kami semua selamat sampai kembali ke darat jam 9.30.
Setelah berkemas dan membersihkan diri, kami kembali ke rumah masing-masing jam 11 siang itu.
Puji syukur kepada Tuhan untuk perlindunganNya sepanjang malam yang menegangkan.
Sebagai anak manusia, betapa tidak berartinya kita tanpa kasih dan anugerahNya. Maha besar Tuhan.
Senin, 03 Januari 2011
Garuda di dadaku
Sepanjang Desember 2010, masyarakat dimabuk oleh gocekan anak-anak bola tanah air. Para pemain lokal macam Bustomi, Nashua, Arif Suyono, sampai bule Indo yang sudah mengalami naturalisasi yaitu El Loco dan Irfan Bachdim.
Kita memang menapak ke final AFF 2010, akan tetapi hasil juara yang diincar belum jadi kenyataan. Anak-anak asuhan Riedl yang hanya 1 kali kalah, gagal mengangkat piala karena kalah agregat goal melawan Harimau Malaya.
Salut buat anggota team saat itu, dipimpin pelatih bertangan dingin dan disiplin, maka team nas yang biasanya lembek disulap menjadi memiliki power dan karakter. Dalam posisi tertinggal pun para Garuda muda ini tidak pernah putus asa sepertinya.
Sayang di tengah suksesnya team nas, ada saja gangguan internal dari orang-orang yang lebih memetingkan kepentingan pribadinya. Hasilnya sudah jelas kita kalah telak di partai away di Bukit Jalil dan hanya menang tipis di Senayan tgl 29 Desember 2010 lalu.
Namun awal kebangkitan Garuda sepertinya harus dijadikan momentum awal yang senantiasa dipertahankan. 2011 ada Sea Games dan pra Olympic. Memang harus diisi oleh Garuda muda under 23 tetapi sentuhan Riedl yang sudah nyata hasilnya haruslah tetap dipertahankan.
Maju terus Garudaku.
"Garuda di dadaku, Garuda kebanggaanku, kuyakin hari ini pasti menang!"
Kita memang menapak ke final AFF 2010, akan tetapi hasil juara yang diincar belum jadi kenyataan. Anak-anak asuhan Riedl yang hanya 1 kali kalah, gagal mengangkat piala karena kalah agregat goal melawan Harimau Malaya.
Salut buat anggota team saat itu, dipimpin pelatih bertangan dingin dan disiplin, maka team nas yang biasanya lembek disulap menjadi memiliki power dan karakter. Dalam posisi tertinggal pun para Garuda muda ini tidak pernah putus asa sepertinya.
Sayang di tengah suksesnya team nas, ada saja gangguan internal dari orang-orang yang lebih memetingkan kepentingan pribadinya. Hasilnya sudah jelas kita kalah telak di partai away di Bukit Jalil dan hanya menang tipis di Senayan tgl 29 Desember 2010 lalu.
Namun awal kebangkitan Garuda sepertinya harus dijadikan momentum awal yang senantiasa dipertahankan. 2011 ada Sea Games dan pra Olympic. Memang harus diisi oleh Garuda muda under 23 tetapi sentuhan Riedl yang sudah nyata hasilnya haruslah tetap dipertahankan.
Maju terus Garudaku.
"Garuda di dadaku, Garuda kebanggaanku, kuyakin hari ini pasti menang!"
Minggu, 05 Desember 2010
Kemerdekaan
Indonesia ini adalah negara merdeka. Proklamasinya sudah dikumandangkan oleh bapak bangsa Soekarno dan Hatta. Umurnya pun sudah 65 tahun lebih.
Namun arti kemerdekaan itu rasanya masih belum bisa diterapkan dalam berbagai lini.
Belakangan ini banyak bidang-bidang yang masih terjajah oleh negara lain.
Contoh yang paling gress adalah dalam bidang perekonomian.
Ketergantungan kepada pihak luar, tingginya nilai import dibandingkan export, itu adalah beberapa gelintir saja yang terlihat mencolok.
Banyaknya expatriat di perusahaan joint ventur itu juga salah satunya.
Jika sikap para expatriat tersebut bisa menjunjung tinggi kesopan santunan, asas menghargai, duduk sama rendah berdiri sama tinggi itu mungkin masih bisa kita terima dengan lapang dada.
Lain halnya jika para expat tersebut malah berlaku sebaliknya seperti berasa lebih pintar, lebih super, lebih mumpuni dan menguasai, maka seyogyanya hal seperti ini tidak terjadi.
Ini bangsa merdeka, di mana kita sebagai anak bangsa juga punya citra diri yang harus terus kita tonjolkan yaitu dengan prestasi, kerja keras kita, tanpa ada rasa minder sekalipun walau kadang kala harus bergesekan dengan expat tersebut.
Kita juga jangan sungkan untuk belajar kepada mereka jika memang itu diperlukan, yaitu dengan tujuan meningkatkan kualitas kita sebagai sumber daya manusia yang unggul.
Akhirnya banggalah menjadi bagian dari bangsa ini.
Jayalah negeriku, majulah bangsaku. Merdeka!
Namun arti kemerdekaan itu rasanya masih belum bisa diterapkan dalam berbagai lini.
Belakangan ini banyak bidang-bidang yang masih terjajah oleh negara lain.
Contoh yang paling gress adalah dalam bidang perekonomian.
Ketergantungan kepada pihak luar, tingginya nilai import dibandingkan export, itu adalah beberapa gelintir saja yang terlihat mencolok.
Banyaknya expatriat di perusahaan joint ventur itu juga salah satunya.
Jika sikap para expatriat tersebut bisa menjunjung tinggi kesopan santunan, asas menghargai, duduk sama rendah berdiri sama tinggi itu mungkin masih bisa kita terima dengan lapang dada.
Lain halnya jika para expat tersebut malah berlaku sebaliknya seperti berasa lebih pintar, lebih super, lebih mumpuni dan menguasai, maka seyogyanya hal seperti ini tidak terjadi.
Ini bangsa merdeka, di mana kita sebagai anak bangsa juga punya citra diri yang harus terus kita tonjolkan yaitu dengan prestasi, kerja keras kita, tanpa ada rasa minder sekalipun walau kadang kala harus bergesekan dengan expat tersebut.
Kita juga jangan sungkan untuk belajar kepada mereka jika memang itu diperlukan, yaitu dengan tujuan meningkatkan kualitas kita sebagai sumber daya manusia yang unggul.
Akhirnya banggalah menjadi bagian dari bangsa ini.
Jayalah negeriku, majulah bangsaku. Merdeka!
Rabu, 27 Oktober 2010
Si Mbah
Kuncen atau orang yang sangat mengerti suatu situs bersejarah adalah kata yang tak asing di telinga kaum awam di negeri impian ini.
Salah satu sosok kuncen yang terkenal adalah Mbah Maridjan, sang kuncen Gunung Merapi. Tanggal 26 Oktober 2010, salah satu gunung yang sangat terkenal di tanah Jawa ini kembali melakukan aktivitasnya dengan dahsyat. Tepat pukul 17.02 erupsi terjadi. Semburan awan panas yang biasa disebut orang dengan istilah Wedhus Gembel memakan korban beberapa warga yang tinggal tidak jauh dari lereng Merapi.
Dari beberapa korban tersebut terdapat nama Mbah Maridjan kuncen Merapi. Si Mbah yang sangat memegang teguh tugas sebagai abdi dalem Kasultanan Ngajogjakarta Hadiningrat ini telah melaksanakan amanat dari sang raja Sultan Hamengkubuwono IX dengan sangat baik.
Ketaatan dan kesetiaa serta pengabdiannya untuk menjaga Merapi sampai ajal menjemput sudah dilaluinya secara sempurna. Beliau tidak meninggalkan Merapi walaupun bahaya mengintai hidupnya.
Ini adalah salah satu contoh manusia sederhana yang mungkin sekarang ini sudah sulit dicari di jaman yang serba instant dan penuh dengan tawaran-tawaran menggiurkan.
Dari si Mbah kita semua belajar kesederhanaan, ketaatan, kesetian dan pengabdian yang luhur dari seorang abdi kepada rajanya, tanpa memikirkan sedikitpun kepentingan pribadinya.
Selamat jalan Mbah, damailah bersamaNya.
Salah satu sosok kuncen yang terkenal adalah Mbah Maridjan, sang kuncen Gunung Merapi. Tanggal 26 Oktober 2010, salah satu gunung yang sangat terkenal di tanah Jawa ini kembali melakukan aktivitasnya dengan dahsyat. Tepat pukul 17.02 erupsi terjadi. Semburan awan panas yang biasa disebut orang dengan istilah Wedhus Gembel memakan korban beberapa warga yang tinggal tidak jauh dari lereng Merapi.
Dari beberapa korban tersebut terdapat nama Mbah Maridjan kuncen Merapi. Si Mbah yang sangat memegang teguh tugas sebagai abdi dalem Kasultanan Ngajogjakarta Hadiningrat ini telah melaksanakan amanat dari sang raja Sultan Hamengkubuwono IX dengan sangat baik.
Ketaatan dan kesetiaa serta pengabdiannya untuk menjaga Merapi sampai ajal menjemput sudah dilaluinya secara sempurna. Beliau tidak meninggalkan Merapi walaupun bahaya mengintai hidupnya.
Ini adalah salah satu contoh manusia sederhana yang mungkin sekarang ini sudah sulit dicari di jaman yang serba instant dan penuh dengan tawaran-tawaran menggiurkan.
Dari si Mbah kita semua belajar kesederhanaan, ketaatan, kesetian dan pengabdian yang luhur dari seorang abdi kepada rajanya, tanpa memikirkan sedikitpun kepentingan pribadinya.
Selamat jalan Mbah, damailah bersamaNya.
Minggu, 17 Oktober 2010
Community
Bagi para hobbies kata community bukanlah hal asing dalam hidup mereka.
Mulai dari hobbies yang biasa sampai hobbies yang aneh dan nyeleneh.
Saya sendiri sudah joint dalam beberapa community. Mulai dari community burung
merpati sampai ke community mancing.
Kegiatan melalui internet ataupun kopi darat sering kali dilakukan untuk mempererat
tali silahturahmi, sharing ilmu dan sudah barang tentu aksi jual beli dengan kualitas
yang terjamin, karena senasib dan sepenanggungan.
Banyak sukanya ketimbang dukanya jika kita bergabung dalam suatu community,
karena di community biasanya sebagian dari kita-kita lebih mementingan unsur
happy happy ketimbang yang pusing pusing.
Di forum mancing yang saya ikuti sekarang ini saja bagian dari community nya memberi
nama GMC (Galatawa Mancing Community). Jadi di forum ini saat kita mancing yang
utama ada ketawa ketiwi nya ketimbang mancingnya.
Satu lagi hal yang patut diacungin jempol dalam community adalah brotherhood yang
terjadi diantara para anggotanya.
Walau belum pernah tahu sama sekali, saya sudah bisa kopi darat dengan brother
dari Jambi dan Jogja saat saya berkesempatan mengunjungi ke kedua daerah tsb.
Hobbies yang bikin kita bisa langsung klop satu sama lain.
Bravo brotherhood in community.
Mulai dari hobbies yang biasa sampai hobbies yang aneh dan nyeleneh.
Saya sendiri sudah joint dalam beberapa community. Mulai dari community burung
merpati sampai ke community mancing.
Kegiatan melalui internet ataupun kopi darat sering kali dilakukan untuk mempererat
tali silahturahmi, sharing ilmu dan sudah barang tentu aksi jual beli dengan kualitas
yang terjamin, karena senasib dan sepenanggungan.
Banyak sukanya ketimbang dukanya jika kita bergabung dalam suatu community,
karena di community biasanya sebagian dari kita-kita lebih mementingan unsur
happy happy ketimbang yang pusing pusing.
Di forum mancing yang saya ikuti sekarang ini saja bagian dari community nya memberi
nama GMC (Galatawa Mancing Community). Jadi di forum ini saat kita mancing yang
utama ada ketawa ketiwi nya ketimbang mancingnya.
Satu lagi hal yang patut diacungin jempol dalam community adalah brotherhood yang
terjadi diantara para anggotanya.
Walau belum pernah tahu sama sekali, saya sudah bisa kopi darat dengan brother
dari Jambi dan Jogja saat saya berkesempatan mengunjungi ke kedua daerah tsb.
Hobbies yang bikin kita bisa langsung klop satu sama lain.
Bravo brotherhood in community.
Senin, 06 September 2010
Mudik
Mudik, bagi warga tanah Jawa ini adalah suatu hal yang terjadi tiap tahun dan sudah seperti menjadi suatu ritual. Hambar rasanya jika berlebaran tidak pulang ke kampung halaman.
Walau harus bermacet ria di seputaran pantura, tetapi kenikmatan tiada tara bisa berkumpul bersama keluarga besar di kampung halaman.
Ritual ini sebenarnya ada baiknya juga, karena hasil perjuangan di kota besar hampir setahun bisa mengalir dan dipergunakan di desa untuk meningkatkan taraf hidup di sana.
Namun hal ini juga kadang berdampak buruk bagi kota besar seperti Jakarta, yang setiap tahunnya selalu mendapatkan tambahan pendatang baru yang kadang kala maaf kata tidak mempunyai modal cukup untuk bertarung di tengah persaingan yang begitu ketat di kota metropolitan ini.
Pemerataan pembangunan hingga ke daerah-daerah terpencil sepertinya sudah harus menjadi lagu wajib baik pemerintah pusat maupun di daerah, sebab dengan berhasil dan berkembangnya desa maka kota-kota besar pun secara otomatis lebih ringan menanggung bebannya.
Selama mudik maka kota besar seperti Jakarta akan mengalami masa-masa sepinya dan sudah barang tentu bagi warganya yang biasa dengan kemacetan akan mengalami kesegaran yang hanya sesaat ini.
Selamat bertemu dengan sanak saudara di kampung halaman, selamat sampai tujuan!
Walau harus bermacet ria di seputaran pantura, tetapi kenikmatan tiada tara bisa berkumpul bersama keluarga besar di kampung halaman.
Ritual ini sebenarnya ada baiknya juga, karena hasil perjuangan di kota besar hampir setahun bisa mengalir dan dipergunakan di desa untuk meningkatkan taraf hidup di sana.
Namun hal ini juga kadang berdampak buruk bagi kota besar seperti Jakarta, yang setiap tahunnya selalu mendapatkan tambahan pendatang baru yang kadang kala maaf kata tidak mempunyai modal cukup untuk bertarung di tengah persaingan yang begitu ketat di kota metropolitan ini.
Pemerataan pembangunan hingga ke daerah-daerah terpencil sepertinya sudah harus menjadi lagu wajib baik pemerintah pusat maupun di daerah, sebab dengan berhasil dan berkembangnya desa maka kota-kota besar pun secara otomatis lebih ringan menanggung bebannya.
Selama mudik maka kota besar seperti Jakarta akan mengalami masa-masa sepinya dan sudah barang tentu bagi warganya yang biasa dengan kemacetan akan mengalami kesegaran yang hanya sesaat ini.
Selamat bertemu dengan sanak saudara di kampung halaman, selamat sampai tujuan!
Langganan:
Postingan (Atom)